News & Blog

CARA MEMBUAT PLATE UNTUK CETAK

News & Blog

Cara membuat plate untuk orang-orang di percetakan, ini bukan hal yang luar biasa, tetapi bagi kawan-kawan yang baru belajar percetakan atau adik-adik yang sedang kuliah di jurusan desain grafis, informasi ini sangat berguna sebagai sumber referensi dalam proses belajar. Coba melihat ke jaman dahulu, membuat plate untuk cetak ada beberapa tahapan yang harus dilewati. Tahapan tersebut mulai dari:

  1. file;
  2. film; dan
  3. proses plate.

Pada jaman dulu, mesin yang digunakan adalah CTF (computer to film) dalam hal ini, kualitas film harus berkualitas baik, sesuai dengan standar, supaya pada proses pembuatan plate-nya nanti bisa optimal yang akan berdampak pada kualitas hasil cetak yang baik. Untuk tenaga kerjanya melibatkan beberapa orang, sebagai berikut:

  1. setting/desainer/perencanaan file;
  2. film-maker;
  3. montase; dan
  4. plate-maker.

Jika berbicara perkembangan teknologi percetakan pada saat ini, tentunya maju dengan pesat, contohnya adalah jika di atas dibahas tentang proses pembuatan plate dengan melalui proses pembuatan film, maka teknologi sekarang yang sedang berkembang adalah dengan metode CTP (Computer to Plate). Metode tersebut berarti dari file langsung menjadi plate, sehingga jika dilihat dari sisi logika maka, hasil plate-nya tentunya akan berkualitas dengan baik. Teknologi CTP ini sangat berpengaruh pada perkembangan dunia percetakan di Dunia termasuk di Indonesia.

Banyak sekali keunggulan dari mesin CTP, di antaranya:

  1. lebih efesien;
  2. kapasitas atau quantitas yang dihasilkan lebih banyak;
  3. kualitas plate lebih baik;
  4. hasil untuk cetak lebih baik; dan
  5. tenaga kerja lebih sedikit tapi hasil lebih optimal.

Dengan demikian persaingan di antara percetakan akan semakin sengit karena mengadu kualitas. Tidak ada alasan kualitas jelek karena teknologi yang digunakan adalah teknologi standar percetakan yang sama, sistem sama, dan teknologi yang sama pula. Beberapa mesin CTP yang sering digunakan di antaranya:

  1. Agfa Gallileo;
  2. Cron; dan
  3. Lain-lain.

Mesin CTP Agfa Gallileo adalah mesin yang sangat handal dengan kapasitas mesin 16 lbr/jam untuk mesin dengan tahun pembuatan 2005 dibuat di Jerman. Mesin ini dijalankan oleh 3 komputer server yang tentunya untuk mengoptimalkan hasil akhir yang baik dan sesuai dengan ajuran dari pabrik Agfa. Kualitas plate untuk cetak mempunyai kekuatan sekitar 80.000 lembar, wow sangat keren ya.

Mesin CTP Cron yang dibuat di China tidak bisa dianggap remeh karena mesin ini juga sangat berkualitas dengan kapasitas mesin 19 lbr/jam. Jika dilihat dari fungsinya, mesin CTP Cron juga mempunyai peran yang penting untuk kemajuan dunia percetakan di Indonesia. Tidak hanya itu, Cron juga mempunyai teknologi yang sangat bisa diandalkan karena dibuktikan oleh banyaknya percetakan yang menggunakan mesin CTP tersebut.

Kesimpulan:

Peralihan tekonogi percetakan khususnya CTF ke CTP sangat berperan penting untuk perkembangan dunia percetakan di Indonesia. Teknologi percetakan saat ini hingga nanti tidak bisa dihindari dan harus selalu diikuti untuk bisa bersaing di Dunia Percetakan di tanah air dan Dunia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: